Rabu, 23 Januari 2013

Perawatan gelatik wingko dan ragam suaranya


Gelatik wingko kini makin banyak diburu, seiring mulai ramainya kontes burung yang melombakan jenis burung tersebut. Dalam Bupati Kebumen Cup, Minggu (9/12), panitia juga membuka kelas gelatik. Artikel kali ini akan membahas perawatan gelatik wingko dan ragam suara mereka.

Salah satu hal yang membuat burung ini makin popular adalah perawatan yang relatif mudah, sifatnya yang cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, serta suaranya yang kerap dijadikan master bagi burung-burung berkicau lainnya.

Om Duto pernah membuat rekaman suara gelatik wingko yang menarik di sini. Dalam posting kali ini, saya sekadar menambahkan beberapa suara gelatik wingko lainnya, sehingga Anda punya banyak pilihan untuk menggunakannya sebagai master.

Selain bisa dijadikan media pemasteran bagi burung lain, Anda juga bisa memelihara gelatik wingko sebagai burung kelangenan di rumah. Bagi Om dan Tante yang dulu pernah hidup di desa, dan kini sukses di perkotaan, gelatik wingko bisa menjadi sarana bernostalgia ketika burung-burung ini kerap menyambangi kebun sekitar rumah (ihiik… jadi teringat masa lalu nih).
Perbedaan Jantan dan Betina

Membedakan burung gelatik jantan dan betina ketika masih muda memang agak sulit, karena keduanya memiliki kemiripan satu sama lainnya (monomorfik). Tetapi jika sudah dewasa, kita bisa membedakannya dari garis hitam di dada yang menuju perutnya.

Dalam hal ini, burung jantan memiliki garis hitam yang terlihat lebih tebal serta menyambung hingga daerah sekitar kloaka atau pangkal ekor. Sedangkan pada betina, garis hitam terlihat lebih tipis, dengan beberapa bagian yang terputus-putus hingga perutnya.


GELATIK WINGKO JANTAN


GELATIK WINGKO BETINA
Perawatan gelatik wingko

Perawatan gelatik wingko bisa dibilang hampir sama dengan merawat burung sekelas ciblek atau prenjak. Sebab, meski menyandang nama gelatik, burung ini bukan termasuk anggota famili gelatik pemakan biji-bijian sebagaimana gelatik jawa (Padda oryzivora).

Di berbagai website dalam negeri, banyak sekali kerancuan dalam membedakan gelatik jawa, gelatik silver, gelatik batu, dan gelatik wingko. Gelatik silver merupakan salah satu hasil mutasi warna dari gelatik jawa, yang sudah popular di Inggris, dan dikenal dengan nama java sparrow.

Harus diakui, gelatik jawa justru banyak dipelihara di Inggris daripada di kampung halamannya sendiri: Jawa. Selain gelatik silver, mereka berhasil menghasilkan berbagai mutasi gelatik jawa lainnya.

Nah, gelatik wingko dan gelatik batu (great tit) termasuk dalam genus Parus. Kalau gelatik batu memiliki nama ilmiah Parus major, maka gelatik wingko memiliki nama ilmiah Parus major minor. Apa artinya? Itu berarti gelatik wingko merupakan salah satu subspesies gelatik batu.

Secara keseluruhan, gelatik batu terdiri atas 34 subspesies. Jadi, jangan bingung atau keliru lagi dalam membedakan keempat jenis gelatik di atas ya?

Makanan utama gelatik wingko di alam bebas adalah serangga kecil. Kalau sudah dipelihara manusia, makanan utamanya berupa voer untuk burung. Serangga tetap wajib diberikan setiap harinya, bisa berupa jangkrik kecil (sudah dipotong kaki dan kepalanya), ulat hongkong, atau ulat kandang.

Sebagai tambahan protein nabati, Anda bisa memberikan kacang tanah yang sudah ditumbuk halus, kemudian disajikan kepada burung dalam wadah terpisah. Berikan air minum yang bersih dan matang, dan jangan lupa tambahkan beberapa tetes BirdVit untuk memastikan agar burung Anda tetap lincah dan atraktif.

Comments :

0 komentar to “Perawatan gelatik wingko dan ragam suaranya”

Posting Komentar

Arsip Blog

 

Copyright © 2009 by ZEZAK ZARI

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger